Melestarikan Pencak Silat, Cara Kami Mencintai Budaya Bangsa

Budaya bangsa yang kerap di akui oleh pihak lain terkadang membuat emosi dan rasa kepedulian setiap individu yang merasa memiliki menjadi  tersulut. Namun mengapa setelah budaya tersebut viral di akui oleh pihak lain, rasa cinta kepada budaya tersebut baru muncul ? Pertanyaan seperti itu kerap terlintas di hati kami dan membuat kami memutuskan untuk lebih peduli karna cinta kami yang besar untuk budaya bangsa, salah satunya adalah pencak silat.

Kira-kira seperti itulah gambaran melow nya anak silat yang terlalu cinta dengan salah satu budaya yang juga menjadi salah satu prestasi untuk Indonesia 🙂 Memutuskan untuk ikut serta sebagai keluarga dari Pencak Silat merupakan langkah awal yang dapat ditempuh untuk mulai melestarikan dan mengembangkan budaya asli Indonesia ini. Berbagai macam perguruan pencak silat tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan keunikan yang terdapat di masing-masing perguruan tersebut.

Unik dan menarik, pencak silat bukan hanya budaya yang dapat dipertunjukan dalam bentuk kesenian melainkan juga dapat digunakan sebagai ajang pencarian prestasi. Salah satu kegiatan rutin yang menampilkan Pencak Silat sebagai kesenian dan ajang pencarian prestasi adalah Pencak Malioboro Festival (PMF) yang digelar di Yogyakarta. Kegiatan yang sudah rutin dilakukan selama 6 kali ini sukses mewadahi Pesilat dari berbagai perguruan dan daerah asal untuk bertanding dalam mengembangkan kebudayaan.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini di isi dengan lomba koreografi silat, lomba fotografi, workshop dari perguruan Pencak Silat di Indonesia, dan ditutup dengan pawai/kirab Pencak yang di ikuti oleh berbagai perguruan Pencak Silat. Dilaksanakan di area Malioboro dan sekitarnya, seluruh rangkaian kegiatan PMF 2019 ini dibuka untuk umum. Selain digunakan sebagai media pengenalan bagi masyarakat umum, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bertemunya pesilat untuk saling bersilaturahmi.

Merpati Putih sebagai salah satu perguruan Pencak Silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) juga ikut serta dalam pawai Pencak yang dilaksanakan pada hari Minggu di sepanjang jalan Malioboro. Berbagai atraksi yang menjadi identitas perguruan Merpati Putih ditampilkan oleh perwakilan dari berbagai cabang yang tergabung dalam tim Pawai Pencak PMF 2019. Beberapa aplikasi dari keilmuan Merpati Putih ditampilkan dalam Pawai Pencak kali ini, diantaranya rangkaian gerak bebas yang di kemas dengan menarik, aplikasi tarung bebas, pematahan benda keras sebagai identitas unik dari perguruan Merpati Putih dan tentunya aplikasi Getaran yang menarik banyak perhatian dari masyarakat yang menyaksikan Pawai Pencak.

Beberapa penampilan di berikan oleh peserta Pawai Pencak dari Merpati Putih sebagai salah satu wujud mengenalkan dan melestarikan budaya kepada masyarakat di sepanjang Jalan Malioboro dan berkahir di Titik Nol Km. Tergabung dalam “lautan” Pesilat dari seluruh Perguruan Pencak Silat di Indonesia, merupakan salah satu kebanggaan yang dapat kami pegang sebagai bukti bahwa kami peduli dengan budaya bangsa. Ikut melestarikan dengan selalu berproses dan megembangkan keilmuan merupakan langkah kami untuk mempertahankan budaya asli Indonesia ini agar tetap terjaga dan menjadi ciri khas Bangsa yang kuat dan menarik di dunia luar.

Inilah cara kami mencintai Bangsa dengan mencintai Budaya-nya melalui Pencak Silat, dan inilah kontribusi kami untuk menjaga kekayaan Bangsa dengan aktif mengembangkan Pencak Silat sebagai identitas Indonesia. Jadi, apa cara kalian mencintai Budaya Bangsa ?? 🙂

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.